GDE WARTANA

Minggu, 20 November 2011

MANFAAT YOGA

Masih belum yakin dengan manfaat yoga? Percayalah bahwa yoga membantu Anda…
 
1. Lebih feksibel
Manfaat ini yang paling langsung terasa. Mungkin di awal latihan Anda belum mampu menyentuh ibu jari kaki saat melakukan gerakan backbend. Namun, jika terus berlatih, tubuh secara perlahan mulai terasa lebih fleksibel dan Anda akhirnya bisa menyentuh jempol kaki. Anda juga bakal mendapati nyeri dan pegal-pegal hilang.
2. Lebih kuat
Otot yang kuat bikin Anda terlihat lebih menarik. Otot juga menjaga tubuh kita dari penyakit seperti artritis dan nyeri punggung serta mudah terjatuh pada lansia. Membangun kekuatan lewat yoga, Anda menyeimbangkannya dengan fleksibilitas.
3. Memperbaiki postur
Tahukah Anda, kepala kita seperti bola boling yang besar dan berat? Butuh keseimbangan bagi tulang punggung dan otot-otot punggung untuk menyangganya. Bukan mustahil jika Anda merasa kelelahan. Masalahnya ada pada postur yang buruk. Yoga bisa memperbaiki postur dan mencegah nyeri, kelelahan, dan juga artritis gara-gara postur yang buruk.
4. Melindungi persendian dari rematik dan artritis
Setiap kali beryoga, Anda melatih persendian bergerak dalam jangkauan penuh. Ini berarti Anda mencegah penyakit artritis degeneratif dengan “memeras dan merendam” daerah kartilage yang jarang digunakan. Kartilage seperti spons yang menyerap nutrisi hanya ketika cairan dikeluarkan. Tanpa latthan, jaringan itu akan lapuk dan meninggalkan tulang tanpa bantalan.
5. Melindungi tulang punggung
Ruas-ruas tulang belakang sebagai peredam kejut antartulang belakang juga butuh dilatih. Jika rajin berlatih backbend, forward bend, dan twist, Anda menjaga ruas-ruas tulang belakang jadi lebih fleksibel.
6. Mencegah osteoporosis
Sudah banyak penelitian membuktikan bahwa latihan beban memperkuat tulang dan menghalau osteoporosis. Banyak postur yoga yang mengharuskan Anda mengangkat beban tubuh sendiri. Pose downward atau upward facing dog membantu menguatkan tulang lengan yang rentan kena osteoporosis. Yoga juga baik meningkatkan kepadatan tulang belakang.
6. Melancarkan peredaran darah
Yoga melatih Anda rileks. Latihan rileksasi itu membantu sirkulasi darah, khususnya di tangan dan kaki. Yoga juga membantu oksigen untuk masuk ke dalam sel. Pose twist baik untuk membawa darah ke organ-organ dalam dan mengalirkan ke luar setelah pose itu selesai. Pose headstand, handstand, dan shoulderstand membantu membawa darah dari kaki dan panggul ke jantung dan dari situ dipompa ke paru-paru, sehingga mendapat oksigen segar. Yoga juga meningkatkan kadar hemoglobin dan sel darah merah yang membawa oksigen ke jaringan.
8. Membersihkan limfa
Ketika berkontraksi dan meregangkan otot, menggerakkan organ-organ, Anda meningkatkan pembersihan limfa, cairan yang kaya akan sel kekebalan tubuh. Ini akan membantu sistem limfatik memerangi infeksi, merusak sel-sel kanker, membuang racun-racun dari produksi fungsi selular.
9. Melindungi jantung
Olahraga aerobik bagus untuk melindungi jantung. Meskipun bukan termasuk aerobik, jika melakukan yoga, Anda meningkatkan detak jantung sampai ke tingkat aerobik. Walaupun yoga tidak meningkatkan detak jantung yang dapat memperbaiki fungsi kardiovaskular, penelitian menemukan bahwa latihan yoga menurunkan tingkat jantung istirahat, meningkatkan stamina, dan memperbaiki asupan oksigen maksimum ketika olahraga. Ini nilainya sama dengan olahraga aerobik.
10. Menurunkan tekanan darah
Ada baiknya Anda mencoba yoga jika menderita hipertensi. Dua penelitian hipertensi dari jurnal medis Inggris The Lancet, membandingkan efek pose savasana dengan hanya berbaring di sofa. Setelah tiga bulan savasana disebut menurunkan tekanan darah sistolik sebanyak 26 poin dan 15 poin pada tekanan diastolik.
11. Menjaga memori
Yoga menurunkan kadar hormon kortisol. Normalnya kelenjar adrenalin mengeluarkan kortisol sebagai respon pada keadaan krisis akut yang kemudian secara temporer mendorong fungsi kekebalan. Jika kadar kortisol tetap tinggi setelah krisis berlalu, itu dapat menggerogoti kekebalan tubuh. Peningkatan kortisol temporer memang membantu memori jangka panjang. Namun, jika terus-menerus, kortisol tinggi mengganggu memori dan menyebabkan perubahan permanen pada otak. Kelebihan kortisol itu terkait dengan depresi, osteoporosis, tekanan darah tinggi, dan resistensi insulin.
12. Mendatangkan kebahagiaan
Penelitian membuktikan bahwa latihan yoga konsisten memperbaiki depresi, meningkatkan kadar serotonin, dan menurunkan kortisol. Richard Davidson dari University of Wisconsin, AS, menemukan bahwa kortek prefrontal kiri terlihat meninggi pada orang yang bermeditasi. Penemuan itu mengorelasikan kadar kebahagiaan yang lebih tinggi dan fungsi kekebalan tubuh yang lebih baik. Kadar lebih tinggi ditemukan pada pencinta yoga yang sudah bertahun-tahun berlatih.
13. Menurunkan berat badan
Jangan malas bergerak dan jangan rakus. Begitulah sebenarnya prinsip menjaga berat badan sehat. Yoga dapat membantu kita melakukan kedua prinsip itu. Latihan yoga membantu Anda bergerak dan membakar kalori. Sisi spiritual dan emosi yoga mendorong Anda untuk melihat masalah makan dan berat badan lebih dalam. Mungkin yoga akan memberi inspirasi Anda untuk menjadi orang yang lebih sadar saat makan.
14. Menurunkan gula darah dan kolesterol jahat
Yoga menurunkan gula darah dan kolesterol jahat, sekaligus menaikkan kolesterol baik. Pada diabetesi, yoga membantu mengontrol gula darah dengan menurunkan kortisol dan kadar hormon adrenalin, menurunkan berat badan, dan memperbaiki sensitivitas pada insulin.
15. Meningkatkan kecerdasan
Satu komponen penting yoga adalah fokus pada keadaan sekarang. Penelitian menemukan bahwa latihan yoga teratur memperbaiki koordinasi, reaksi, memori, dan bahkan nilai IQ. Orang yang berlatih meditasi transendental mampu memecahkan masalah, mengolah informasi lebih baik karena mampu berkonsentrasi, dan tak mudah terganggu masalah lain.

ANTROPOLOGI AGAMA
A. POKOK PENGERTIAN
Antropologi Agama adalah ilmu pengetahuan yang berusaha mempelajari tentang manusia yang menyangkut agama dengan pendekatan budaya, atau disebut juga Antropologi Religi. Meskipun ada yang berpendapat ada perbadaan pengerian antara Antropologi Agama dengan Antropologi Religi, namun keduanya mengandung arti adanya hubungan antara manusia dengan kekuasaan yang ghaib. Keduanya juga menyangkut adanya buah pikiran sikap dan perilaku manusia dalam hubungannya dengan kekuasaan yang tidak nyata.
Buah pikiran dan perilaku manusia tentang keagamaan dan kepercayaannya itu pada kenyataannya dapat dilihat dalam wujud tingkah laku dalam acara dan upacara-upacara tertentu menurut tata cara yang ditentukan dalam agama dan kepercayaan masing-masing. Dengan demikian Agama tidaklah mendekati agama itu sebagaimana dalam teologi (Ilmu Ketuhanan), yaitu ilmu yang menyelidiki Wahyu Tuhan.
B. LATAR BELAKANG SEJARAH
Perhatian manusia terhadap sikap dan perilaku keagamaan dimulai sejak orang barat berkelana dan mencekaramakan pengaruh kolonialisme dan imperialisme di dunia timur. Diantara yang tertarik berpendapat karena apa yang mereka ketahui merupakan hal-hal baru dan aneh-aneh jika dibandingkan dengan sikap perilaku dan upacara-upacara keagamaan (kristen) yang mereka anut.
Tanggapan aneh tersebut menimbulkan pertanyaan, apakah sikap perilaku keagamaan masyarakat sederhana itu adalah bentuk-bentuk keagamaan dan kepercayaan yang merupakan cikal bakal dari bentuk-bentuk keagamaan yang ada kemudian dan sudah jauh lebih maju, seperti halnya Agama Hindu, Kristen dan Agama Islam. Tanggapan ke arah asal mula dari unsur-unsur universal tentang agama, seperti mengapa manusia percaya kapada adanya kekuasaan yang ghaib, mengapa pula manusia bersikap dan berperilaku dengan berbagai cara dan upacara yang bermacam-macam dalam berhubungan dengan kekuasaan ghaib.
Para sarjana yang mengolah labih lanjut tentang keagamaan primitif berpendapat bahwa agama tau religi dan kepercayaan kuno itu adalah sisa-sisa dari bentuk agama purba yang dianut oleh seluruh umat manusia ketika budayanya masih sederhana. Jadi, bukan hanya di dunia timur tetapi di dunia barat juga ada ketika masyarakatnya masih sederhana.
Diantara para sarjana ada yang berushan menyusun teori tentang asal mula agama. Diantara mereka adalah para ahli filsafat, sejarah, sarjana-sarjana filologi yang ahli meneliti naskah-naskah kuno dengan bahasa kuno, dan sebagainya.
C. CARA MEMPELAJARI
Yang menjadi titik studi Antropologi Agama adalah bukan kebenaran ideologis melainkan kenyataan yang nampak yang berlaku, yang empiris, atau juga bagaimana hubungan pikiran sikap dan perilaku manusia dalam hubungannya dengan yang ghaib.
Beberapa cara dalam studi Antropologi Agama, yaitu dengan mempelajari dari sudut sejarah, ajarannya yang bersifat normatif, atau dengan cara deskriptif atau dan dengan cara yang bersifat empiris.
1. Metode Historis
Dengan metode yang bersifat sejarah yang dimaksud ialah menelusuri pikiran dan perilaku manusia tentang agamanya yang berlatar belakang sejarah, yaitu sejarah perkembangan budaya agama sejak masyarakat manusia masih sederhana budayanya sampai budaya agamanya yang sudah maju. Misalnya bagaimana timbul dan terjadinya agama tersebut dan lain-lain.
2. Metode Normatif
Dengan metode normatif dalam studi Antropologi Agama dimaksudkan mempelajari norma-norma (kaidah-kaidah, patokan-patokan atau sastra-asatra suci agama) maupun yang merupakan perilaku adat kebiasaan yang tradisional yang tetap berlaku, baik dalam hubungan manusia dengan alam ghaib maupun dalam hubungan antara sesama manusia yang bersumber dan berdasarkan ajaran-ajaran agama masing-maisng. Artinya berpangkal tolak pada norma-norma agama yang eksplisit berlaku, yang ideologis berlaku. Dengan metode ini akan ditemukan pikiran dan perilaku manusia dalam hubungannya dengan yang ghaib atau juga sesama manusia.
3. Metode Deskriptif
Dengan metode ini dalam Antropologi Agama dimaksudkan ialah bersaha mencatat, melukiskan, menguraikan, melaporkan tentang buah pikiran sikap tindak dan perilaku manusia yang menyangkut agama dalam kenyataan yang implisit. Adapun tentang kaidah-kaidah ajaran yang eksplisit tercantum dalam kitab-kitab suci dan kitab-kitab ajaran agama yang dikesampingkan.
4. Metode Empiris
Metode ini mempelajari pikiran sikap dan perilaku agama manusia yang diketemukan dari pengalaman dan kenyataan di lapangan. Artinya yang berlaku sesungguhnya dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, dengan menitikberatkan perhatian terhadap kasus-kasus kejadian tertentu (metode kasus). Peneliti dituntut terlibat langsung, misalnya peneliti berperan langsung dapat menyaksikan terjadinya acara perkawianan yang berbeda agama atau perkawianan-perkawianan yang berlaku di antara para penganut agma suku dan sebagainya.
BAB III
AGAMA DAN BUDAYA
Agama adalah keyakinan sedangakan budaya adalah hasil akal pikiran dan perilaku manusia. Suatu keyakinan adalah hal yang mutlak berdasarkan kepercayaan manusia. Sedangkan ilmu pengetahuan merupakan hasil karya manusia berdasarkan kenyataan. Namun tidak dapat dibantah baik agama atau budaya berpangkal tolak dari adanya manusia, tidak ada agama tanpa manusia dank arena manusia budaya maka ada agama.
Mengapa sukar memisahkan agama dan budaya , oleh karena agama tidak akan dianut umatnya tampa budaya.
A. ISTILAH AGAMA
Agama artinya dengan istilah asing relige atau god sdienst(belanda) atau religion (inggris). Istilah agama berasal dari bahasa sansekerta yang perngertiannya menunjukkan adanya kepercayaan manusia berdasarkan wahyudari tuhan.dalam arti liguistik kata agama berasal dari suku kata A-GAM_A kata A berakti tidak , kata gam berarti pergi aau bejalan, sedangkan kata A merupakan kata sipat yang menguatkan yang kekal. Jadi istilah AGAMA mengandung arti pedoman hidup yang kekal (Hasan Shadily, Ensiki, 1980:105
Menurut kitab sunarigama istilah agama berasal dari kata A-GA_MA, kata A berakti Awang-awang’(kosong atau hampa),kata GA artinya Genah (bali :tampat)kata MA arinya matahari(terang bersinar).
B. ISTILAH RILIGI
Kata religi berasal dari bahasa asing ‘religie’ atau godsdienst’ (belanda) atau religion’ (inggris).menurut sidi gazalba ‘rligare’ dalam bahasa latin. Relegere’ maksudnya ialah berhati harti dan perngertian dasar (grondbegrip), yaitu dengan berpegang pada aturan –atauran dasar, yang menurut anggapan orang romawi bagwa regilare’ berarti mangikat, yaitu yang mengikat manusia dengan sesuatu kekuatan tenaga ghaib (sidi Gazalba 1962:18).
Pada umumnya dapat dikatakan bahwa istilah religi mengandung arti kecenderungan batin (rohani ) manusia untuk berhubungan dengan kekuatan dalam alam semesta, dalam mencari nilai dan makna dari sesuatu yang berbada sama sekali dari apa yang didikenal dan dialami manusia. Kekuatan itu diangagap suci dan dikagumi karena luar biasa. manusia percaya bahwa yang kudus itu ada dan diluar kemampuan dan kekuasaanya. Oleh karenanya manusia berusaha menghormarmatinya, meminta perlidungan kepadanya dan menjaga keseimbangan dengan berbagai cara upacara.
Dalam pengertian yang lain istilah religi merupakan dan perilaku kebiaasaan yang teadisional berdasarkan tuntutan kitab-kitab suci yang merupakan himpunan peraturan keagamaan yang digunakan sebagai pedoman hidup manusia guna meningkaakan mutu kerohanisannya mencapai kesemputnaan . dengan demikian baik istilah agama ataupun religi yang dimaksu ialah menunjukkan adanua hungan antara manusia dengankekuasaan ghaib diluar kekuasaan manusia, berdasaekan keyakinan dan kepercayaan menutut paham atau ajaran agama dan kepercayaan masing-masing, baik bagi masyarakt yang masih sederhana budayanya maupun masyarakat yang sudah maju budanyanya
Nama agama. Istilah agama atau religi’ menunjukan pengertian bahwa manusia menganut kepercayaan kepada yang gaib. Pada masyarakat sederhana yang tidak mengenal istilah agama, kepercayaan kepada yang gaib merupakan sebagian dari adatnya yang tradisional. Jadi apa yang dinamakan ‘ agama suku’ adalah bagian dari ‘ adat suku’ yang menyangkut keagamaan.
Bagi umat islam pengertian istilah agama sebagai cara atau jalan berhubungan dengan tuhanNya digunakan istilah ‘syari’at tharikat, shiratal Mustaqim(jalan yang lurus). Jadi apabila digunakan penafsiran menurut islam, maka yang diartikan agama adalah apa yang disyariatkan llah dengan perantaraan para nabi-nya, yang berupa perintah-perintah dan larrangan-larangan serta petunjuk-petunjuk untuk kebaikan hidup manusia di dunia dan di akhirat.
Maka demikian cirri-ciri agama adalah terdiri dari:
1. Kepercayaan kepada tuhan yang maha esa,
2. Mengadakan hubungan dengan tuhan dan melakukan upacara (ritus) pemujaan dan permohonan.
3. Adanya ajaran tentang ketuhanan
4. Adanya sikap hidup yang ditumbuhkan oleh ketiga unsure tersebut, kepercayaan, adanya hubungan dengan tuhan dan ajarannya.
Dengan demikian kepercayaan yang tidak menunjukkan cirri-ciri tersebut merupakan budanya agama atau agama kebudayaan.
D . AGAMA SAMAWI DAN WAD’I
Dilihat dari sumber terjadinya agama, maka agama itu dapat dibedakan dalam dua kategori, yang dinamakan ‘agama samawi’ aau ‘agama langit, dan ‘agama wad’I atau ‘agama bumi’
1. Agama samawi adalah agama yang diungkapkan dengan wahyu’( revealed religion ) yang bersumber dari wahyu tuhan. Misalnya menurut agama Kristen kitab terakhir perjanjian baru adalah wahyu, yang didalamnya teologi dikatakan bahwa wahyu adalah pengalaman yang terakhir pada adanya cara yang baru sekali dalam memandang dnia dan kehidupan manusia. Pengalaman yang diterima berdasarkan wahyu itu karena tidak dapat terjadi melalui usaha akal pikiran penelaahan manusian, tetapi merupakan pengetahuan terhdap kebenaran yang diilhami. Namun wahyu tidak sama dengan ilham, oleh karena wahyu hanya dapat diterima para rasul dan nabi, sedangkan ilham hanya didapat oleh manusia selain rasul dan nabi.
2. Agama wad’I ialah agama duniawi [natural religion] yang tidak bersumber pada wahyu illahi melainkan hasil ciptaan akal pikiran dan perilaku manusia, oleh karenanya a disebut juga agama budaya’ agama wad’I lahir berdasarkan filsafat atau dari para penganjur agama bersangkutan. Termasuk dalam golongan agama ini antara lain seperti agama-agama hindu, agama budha, tao [sumber mutlak seluruh isi alam] yang disamakan dengan ‘ahuta mazda’ [persi], kong-hu-cu [k’ung fu-tze) dan berbagai aliran paham keagamaan lainya.
Ciri-ciri agama wad’I ialah sebagai berikut :
a. Konsep ketuhanannya tidak monetheis, bahkan tidak jelas.
b. Tidak disampaikan oleh rasul allah sebagai utusan tuhan.
c. Kitab sucinya bukan berdasarkan wahyu tuhan.
d. Dapat berubah tejadinya perubahan masyarakat pengaruhnya.
e. Kebenaran ajaran dasarnya tidak tahan kritik terhadap akal manusia.
f. System terasa dan berpikirnya sama dengan system merasa dan berpikir kehidupan masyarakat penganutnya.
Menurut agama hindu, weda adalah wahyu bukan buatan maha resi atau manusia, berdasarkan Manawa dharmacastra ll. 10. Jdadi agama hindu bukan agama budaya hasil cipta manusia (cudamani, 1987: 1-2)
E. AGAMA BUDAYA DAN BUDAYA AGAMA
A. Agama Budaya
Timbulnya agama budaya dalam alam pikiran manusia adalah dikarenakan adanya getaran jiwa yang disebut’emosi keagamaan’atau ‘religious emotion’ menurut koentjaraningrat emosi keagamaan ini biasanya pernah dialami setiap manusia. Walaupun getaran emosi itu mungkin hanya berlangsung untuk beberapa detik saja, untuk kemudian menghilang lagi. Adanya emosi keagaamaan itulah yang mendorong orang melakukan tindakan-tindakan yang bersifat religi (koentjaraningrat, 1979:394). Pendapat ini sejalan dengan pendapat E.durkheim dalam uraianya tnetang asal mula agama (1912), yang di Indonesia banyak dianut oleh para penganut aliran kepercayaan.
Jadi menurut pendapat tersebut yang menjadi sebab latar belakang orang berperilaku keagamaan, percaya kepada yang ghaib adalah dikarenakan ada dorongan emosi keagamaan dalam batin manusia sendiri. Karena adanua emosi keagamaan maka timbullah pemikiran, pendapat, perilaku kepercayaan terhadap sesuatu benda yang dianggap mempunyai kekuatan luar biasa, dianggap keramat atau dikeramatkan dan dianggap suci, serta disayangi atau ditakuti. Jadi dalam system merupakan unsure-unsur yang dipertahankan dan dilaksanakan para penganutnya sebagai berikut:
1. Memelihara emosi keagamaan.
2. Yakin dan percaya pada ghaib-ghaib,
3. Melakukan acara dan uopacara-uopacara tertentu.
4. Mempunyai sejumlah pengikut yang menaati.
Keempat unsur tersebut saling bertautan satu sama lain, yang kesemuanya berdasarkan keyakinan dan kepercayaan terhadap hal-hal yang ghaib, yang ditakuti atau disayagi, yang disebut tuhan, dewa-dewa, roh-roh atau makhluk halus disekitar jagad raya ini, baik yang bersifat jahat maupun yang bersifat baik.
Hasil karya yang timbul dari akal pikiran dan perilaku manusian dalam bentuk-bentuk nyata, dangan maksud agar emosi kegamaan tetap bergelora, agar keyakinan dan kepercayaan terhadap yang ghaib tetap kuat bertahan, agar acara dan upacara keagamaan berjalan sebagaimana mestinya, agar keyakinan akan kebenaran menurut ajaran agama dan keperecayaan masing-masing berkembang meluas di kalangan umat manusia, maka terjadilalah berbagai bentuk budaya agama.
B. Budaya Agama
Baik agama wahyu (samawi), seperti hindu, Kristen dan islam, maupun agama budaya (wad’I), seperti budha pada mulanya, dan berbagai ajaran keagamaan seperti tao, kong-hu-chu,dan berbagai aliran paham keagamaan dan kepercayaan pada yang ghaib, yang dianut masyarakat sederhana atau masyarakat sederhana atau masyarakat yang sudah maju, memiliki budaya agama, yaitu hasil. Hasil pemikiran dan perilaku budayayang menyangkut keagamaan. Budaya masing-masing, ada yang muncul dalam benak manusia berdasarkan kehendak yang diwahyukan tuhan kepada para nabi, dan ada yang muncul dalam benak manusia berdasarkan emosi keagamaan peribadi manusia sendiri
TEORI ASAL MULA AGAMA.
Ketika para sarjana mencoba merumuskan teori-teori tentang asal mula terjadinya agama, ilmu pengetahuan yang disebut antropologi belum ada, yang baru ada adalah etnografi, lukisan tentang suku-suku bangsa sederhana yang kemudian menjadi etnologi, yaitu ilmu tentang bangsa-bangsa (sederhana) para ahli yang berpendapat tentang asal mula agama adalah ahli sejarah c. de Brosses (1967) ahli filsafat August comte(1850) ahli filologi F.Max Muller 1880) dan lainya dan kemudia n muncul teori-teori dari para ahli antropologi seperti E.B. Tylor (1889) R.R.Marett (1909), J.G.franzer (1890) E.Durkheim (1912) dan W.Schmidt (1921) (koentjaraningrat (1966) ; 207-208) dari teori –teori mereka ini orang berpendapat bahwa perkembangan agama itu mulai dan animism, dinemisme, politeisme dan baru kemudian menoteisme.
A. TEORI TAYLOR
Sarjana yang diangap paling pertama kali mengemukakan pendapat bahwa asal mula dari agama adalah dinamisme’ paham tentang jiwa atau roh dia adalah sejana antopologi inggris E.B. Taylor dalam bukunya ‘primitive Culture’ mengapa manusia sderhana menyadari tentang adanya jiwa atau roh ,dikarenakan yang Nampak dan dialami sebagai berikut:
§ Peristiwa hidup dan mati
Bahwa adanya hidup karena adanya gerak, dan gerak itu terjadi karena adanya jiwa. Dan apa bila jiwa itu lepas dari tubuh maka berakti mati dan tubuh tidak bergerak.
§ Peristiwa mimpi
Bahwa ketika manusia itu tidur atau pingsan ia mengalami mimpi dimana tubuh itu diam dan masih ada gerak (nafas), tetapi ia tidak sadar karena sebagian dari jiwanya terlepas dan gnetanyangan ketempat lain.
Menurut taylor kepercayaan manusia sederhana terhadap jiwa latin;anima.) didalam sekitarnya itulah yang disebut animism yang merupakan asal mula agama, yang kemudian dikembangakan menjadi Dynamisme. Polytheisme, dan akhirnya menotheisme. Dengan demikian animism itu adalah paham kepercayaan manusia tetang adanya jiwa.
B. TEORI MARETT
Dikemukakan oleh R.R Marett seorang antropologi ingris di dalam bukunya The Threshold of Religion’ (1909), berarti setelah 36 tahun teori animism berkembang. Berpendapat bahwa bagi masyarakat yang budayanya masih sangat sederhana belum mungkin dapat berpikir dan menyadari tentang adanya ‘jiwa’ jadi katanya pokok pangkat dari perilaku keagamaan bukanlah kepercayaan terhadap roh-roh halus, melaikan timbul karena perasaan rendah diri manusia terhadap berbagai gejala dan peristiwa yang dialami manusia dalam hidupnya. Sehingga kekuatan itu bersifat ‘supernatural. Menurut marett kepercayaan terhadap adanya yang supernatural itu sudah ada sejak sebelum manusia menyadari adanya roh-roh halus (animesme). Oleh karenanya teori marett ini sering dikatakan pula prae-animesme.
C. TOERI FRAZER
Mengemukakan juga pendapat tentang asal mula agama adalah J.G.Frazer dalam bukunya The Golden Bough a Study in Magic and religion (1890) ia berpendapat bahwa manusia itu dalam memecahkan masalah berbagai macam dalam kehidupannya dengan menggunakan akal dan system pengetahuan. Akal manusia itu terbatas semakin rendah budaya manusia semakin kecil dan terbatas kemampuan akal pikiran dan pengetahuannya.
Megic itu adalah tanggapan hidup berbagai masyarakat bangsa, sejak jaman purba maupun sekarang masih ada. Orang memperkirakan bahwa para ahli magic itu dengan mantera, jimat dan upacara yang dilakukan dapat menguasai atau mempengaruhi alam sekitarnya.
Menurut frazer pada mulanya manusia itu hanya mengunakan magic untuk mengatasi masalah yang berada diluar batas kemampuan akalnya, kemudian dikarenakan ternyata usahanya dengan magic tidak berhasil maka mulailah ia percaya bahwa alam semesta ini didiami oleh para makhluk halus yang lebih berkuasa dari padanya. Seterusnya dengan makhluk-makhluk halus itu, sehingga dengan demikian timbullah agama(religi)
D. TEORI SCHIMIDT
Serjana Austria W.Schmidt juga mengemukakan teori tentang asal mula agama, atara lain dalambukunya ‘Die Uroffenbarung als Antang der Offenbarungen Gonttles (1921) yang berbeda dengan taylor. Schmindt mengemukakan bahwa ‘monotheisme’ kepercayaan terhadap adanya satu tuhan. Sesungguhnya kepercayaan terhadap adanya satu tuhan. Sesungguhnya bukan penemuan baru tetapi juga sudah tua. Pendapatnya ini sebenarnya berasal dari pendapat ahli sastra inggris A.lang, yang meramunya dari berbagai kesusasteraan rakyat dari berbagai bangasa di dunian dalam bentuk-bentuk dongeng yang melukiskan adanya tokoh dewa tunggal.
E. TEORI DUHKHEIM
Seorang sarjana filsafat dan sosiologi bangsa prancis, yang juga mengemukakan teorinya tentang asal mula agama dalam bukunya ‘les forms elementaires de la vie religieuse (1912).
Seperti halnya dengan marett yang mengemukakan kritiknya terhadap teori tylor, demikian pula durkheim yang berpendapat bahwa pada masyarakat yang masih sederhana tingkat budayanya belum mungkin dapaat menyadari dan memahami tentang jiwa yang berada dalam tubuh manusian yang hidup dan jiwa yang sudah lepas dari tubuh menjadi roh-roh halus dari orang yang sudah mati.
Menurut durkheim pengertian tentang emosi keangamaan dan sentimen-kemasyarakatan sebagaimana dikemukakan di atas adalah pengertian dasar yang merupakan inti dari setiap agama sedangkan kegiatan berhimpunya masyarakat,
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang hidup di kepulauan Nusantara di garis khatulistiwa. Lingkungannya dipenuhi dengan hutan rimba, pegunungan, sungai , danau, rawa-rawa dengan lautan yang luas. Dan binatang-binatang yang ada bermacam-macam dari yang ganas sampai yang jinak. Musim di nusantara hanya dua yaitu kemarau dan hujan tidak selamanya membahagiakan kehidupan manusia tetapi ada kalanya menimbulkan musibah seperti gunung meletus, banjir, kelaparan dan penyakit. Indonesia yang dipenuhi oleh flora dan faunanya menjadikan daya tariknya bukan hanya bagi manusia tetapi makhluk halus yang baik atau jahat. Karena itu bangsa Indonesia sudah senjak zaman purba, sebelum adanya agama-agama besar (Hindu-Budha, Kristen dan Islam) telah mengenal kepercayaan kepada kekuatan –kekuatan ghaib dan nenek moyang bangsa Indonesia di zaman purba sudah mengenal alam roh. Hal tersebut diperlihatkan dari suku bangsa di Indonesia yang masiih menggunakan kepercayaan lama.

Selasa, 25 Oktober 2011

 
Agama Langit dan Agama Bumi: Dikotomi Tak Tahu Diri
 

Ada berbagai cara menggolongkan agama-agama dunia. Ernst Trults seorang teolog Kristen menggolongkan agama-agama secara vertikal: pada lapisan paling bawah adalah agama-agama suku, pada lapisan kedua adalah agama hukum seperti agama Yahudi dan Islam; pada lapisan ketiga, paling atas adalah agama-agama pembebasan, yaitu Hindu, Buddha dan karena Ernst Trults adalah seorang Kristen , maka agama Kristen adalah puncak dari agama-agama pembebasan ini.
Ram Swarup, seorang intelektual Hindu dalam bukunya ; “ Hindu View of Christianity and Islam” menggolongkan agama menjadi agama-agama kenabian (Yahudi, Kristen dan Islam) dan agama-agama spiritualitas Yoga (Hindu dan Buddha) dan mengatakan bahwa agama-agama kenabian bersifat legal dan dogmatik dan dangkal secara spiritual, penuh klaim kebenaran dan yang membawa konflik sepanjang sejarah. Sebaliknya agama-agama Spiritualitas Yoga kaya dan dalam secara spiritualitas dan membawa kedamaian.
Ada yang menggolongkan agama-agama berdasarkan wilayah dimana agama-agama itu lahir, seperti agama Semitik atau rumpun Yahudi sekarang disebut juga Abrahamik (Yahudi, Kristen, dan Islam) dan agama-agama Timur (Hindu, Buddha, Jain, Sikh, Tao, Kong Hu Cu, Sinto).
Ada pula yang menggolongkan agama sebagai agama langit (Yahudi, Kri s ten, dan Islam) dan agama bumi (Hindu, Buddha , dll) Penggolongan ini paling disukai oleh orang-orang Kristen dan Islam, karena secara implisit mengandung makna tinggi rendah, yang satu datang dari langit, agama wahyu, buatan Tuhan, yang lain lahir di bumi, buatan manusia. Penggolongan ini akan dibahas secara singkat di bawah ini.
Agama bumi dan agama langit.
Dr. H.M . Rasjidi, dalam bab Ketiga bukunya “Empat Kuliyah Agama Islam Untuk Perguruan tinggi” membagi agama-agama ke dalam dua kategori besar, yaitu agama-agama alamiah dan aga m a-agama samawi. Agama alamiah adalah agama budaya, agama buatan manusia. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah agama Hindu dan Bud h a. Mengenai agama Hindu Rasjidi mengutip seorang teolog Kristen, Dr. Harun Hadiwiyono, Rektor Sekolah Tinggi Theologia “Duta Wacana” di Yogyakarta sebagai berikut:
“Sebenarnya agama Hindu itu bukan agama dalam arti yang biasa. Agama Hindu sebenarnya adalah satu bidang keagamaan dan kebudayaan, yang meliputi jaman sejak kira-kira 1500 S.M hingga jaman sekarang. Dalam perjalanannya sepanjang abad-abad itu, agama Hindu berkembang sambil berobah dan terbagi-bagi, sehingga agama ini memiliki ciri yang bermacam-macam, yang oleh penganutnya kadang-kadang diutamakan, tetapi kadang-kadang tidak diindahkan sama sekali. Berhubung karena itu maka Govinda Das mengatakan bahwa agama Hindu itu sesungguhnya adalah satu proses antropologis, yang hanya karena nasib baik yang ironis saja diberi nama agama.” 1)
Samawi artinya langit. Agama samawi adalah agama yang berasal dari Tuhan (yang duduk di kursinya di langit ketujuh, Sky god, kata Gore Vidal). Yang termasuk dalam kelompok ini adalah agama Yahudi, Kristen, dan Islam. Dalam bab Keempat dengan judul “Agama Islam adalah Agama Samawi Terakhir” Rasjidi dengan jelas menunjukkan atau menempatkan Islam sebagai puncak dari agama langit. Hal ini dapat dipahami karena Rasjidi bukan saja seorang guru besar tentang Islam, tetapi juga seorang Muslim yang saleh.
Bahkan dengan doktrin mansuk, pembatalan, para teolog dan ahli fikih Islam mengklaim, Qur’an sebagai wahyu terakhir telah membatalkan kitab-kitab suci agama-agama sebelumnya (Torah dan Injil).
Bila Tuhan yang diyakini oleh ketiga agama bersaudara ini adalah satu dan sama, pendangan para teolog Islam adalah logis. Tetapi disini timbul pertanyaan, apakah Tuhan menulis bukunya seperti seorang mahasiswa menulis thesis? Sedikit demi sedikit sesuai dengan informasi yang dikumpulkannya, melalui percobaan dan kesalahan, perbaikan, penambahan pengurangan, buku itu disusun dan disempurnakan secara perlahan-lahan?
Tetapi ketiga agama ini tidak memuja Tuhan yang satu dan sama. Masing-masing Tuhan ketiga agama ini memiliki asal-usul yang berbeda dan karakter yang berbeda. Yahweh berasal dan ajudan dewa perang, yang kemungkinan berasal dari suku Midian, dan dijadikan satu-satunya Tuhan orang Israel oleh Musa. Jesus salah seorang dari Trinitas, adalah seorang pembaharu agama Yahudi yang diangkat menjadi Tuhan oleh para pendiri Kristen awal. Allah adalah dewa hujan yang setelah digabung dengan dewa-dewa lain orang Arab dijadikan satu-satunya tuhan orang Islam oleh Muhammad. Jadi Yahweh, Trinitas dan Allah adalah tuhan-tuhan yang dibuat manusia. 2) (Lihat Karen Amstrong: A History of God).
Dan karakter dari masing-masing Tuhan itu sangat berbeda. Ketiganya memang Tuhan pencemburu, tetapi tingkat cemburu mereka berbeda. Yahweh adalah Tuhan pencemburu keras, gampang marah, dan suka menghukumi pengikutnya dengan kejam, tetapi juga suka ikut berperang bersama pengikutnya melawan orang-orang lain, seperti orang Mesir, Philistin dan Canaan. Jesus juga Tuhan pencemburu, tapi berpribadi lembut, ia memiliki banyak rasa kasih, tetapi juga mempunyai neraka yang kejam bagi orang-orang yang tidak percaya padanya. Allah lebih dekat karakternya dengan Yahweh, tetapi bila Yahweh tidak memiliki neraka yang kejam, Allah m e milikinya. Di samping itu, bila Yahweh menganggap orang-orang Yahudi sebagai bangsa pilihannya, Allah menganggap orang-orang Yahudi adalah musuh yang paling dibencinya.
Jadi jelaslah di langit-langit suci agama-agama rumpun Yahudi ini terdapat lima oknum Tuhan yang berbeda-beda, yaitu Yahweh, Trinitas (Roh Kudus, Allah Bapa dan Tuhan Anak atau Jesus) dan Allah Islam. Masing-masing dengan ribuan malaikat dan jinnya.
Pengakuan terhadap Tuhan yang berbeda-beda tampaknya bisa menyelesaikan masalah soal pembatalan kitab-kitab atau agama-agama sebelumnya oleh agama-
agama kemudian atau agama terakhir. Masing-masing Tuhan ini memang menurunkan wahyu yang berbeda, yang hanya berlaku bagi para pengikutnya saja. Satu ajaran atau satu kitab suci tidak perlu membatalkan kitab suci yang lain.
Tetapi disini timbul masalah lagi. Bagaimana kedudukan bagian-bagian dari Perjanjian Lama yang diterima atau diambil oleh Perjanjian Baru? Bagaimana kedudukan bagian-bagian Perjanjian L ama dan P erjanjian B aru yang terdapat di dalam A l-Qur’an? Apakah bagian-bagian itu dipinjam da ri Tuhan yang satu oleh Tuhan yang lain, yang ada belakangan? Atau persamaan itu hanya kebetulan? Ataukah para penulis kitab-kitab yang belakangan meminjamnya dari penulis kitab-kitab terdahulu?
Pembagian agama menjadi agama bumi dan agama langit, dari sudut pandang Hindu sebenarnya tidak menjadi masalah. Ini terkait dengan konsep ketuhanan dari masing-masing agama. Agama-agama Abrahamik atau Rumpun Yahudi (nama yang lebih tepat daripada “agama langit”) memandang Tuhan sebagai sosok berpribadi, seperti manusia, yang berdiam di langit (ke tujuh) duduk di atas kursinya, yang dipikul oleh para malaikat. Dari kursinya di langit itu Dia melakukan segala urusan, termasuk antara lain, tetapi tidak terbatas pada, mengatur terbit dan tenggelannya matahari, “menurunkan” wahyu dan lain sebagainya. Dari segi ini benarlah sebutan “agama langit” itu, karena ajarannya diturunkan oleh Tuhannya yang bermukim nun jauh di langit.
Dalam pandangan agama Hindu, Tuhan bersifat panteistik, yang melingkupi ciptaan (imanen) dan sekaligus di luar ciptaannya (transenden) . Menurut pandangan Hindu Tuhan tidak saja lebih besar dari ciptaannya, tetapi juga dekat dengan ciptaannya. Kalau Tuhan hanya ada di satu tempat di langit ketujuh, berarti Ia ada di satu noktah kecil di dalam ciptaannya. Oleh karena itu Dia tidak Mahabesar. Agak mirip dengan pengertian ini, di dalam agama Hindu, dikenal ajaran tentang Avatara, yaitu Tuhan yang menjelma menjadi mahluk, yang lahir dan hidup di bumi –  seperti Rama dan Krishna – menyampaikan ajarannya di bumi langsung kepada manusia tanpa perantara.
Dari segi ini, dikotomi agama langit dan agama bumi tidak ada masalah. Baru menjadi masalah ketika “truth claim” yang menyertai dikotomi ini. Bahwa agama langit lebih tinggi kedudukannya dari agama bumi; karena agama-agama langit sepenuhnya merupakan bikinan Tuhan, yang tentu saja lebih mulia, lebih benar, dari agama-agama bumi yang hanya buatan manusia dan bahwa oleh karenanya kebenaran dan keselamatan hanya ada pada mereka. Sedangkan agama-agama lain di luar mereka adalah palsu dan sesat.
Pandangan “supremasis” ini membawa serta sikap “triumpalis”, yaitu bahwa agama-agama yang memonopoli kebenaran Tuhan ini harus menjadikan setiap orang sebagai pengikutnya, menjadikan agamanya satu-satunya agama bagi seluruh umat manusia, dengan cara apapun. Di masa lalu “cara apapun” itu berarti kekerasan, perang, penaklukan, penjarahan, pemerkosaan dan perbudakan atas nama agama.
Masalah wahyu
Apakah wahyu? Wahyu adalah kata-kata Tuhan yang disampaikan kepada umat manusia melalui perantara yang disebut nabi, rasul, prophet. Bagaimana proses penyampaian itu? Bisa disampaikan secara langsung, Tuhan langsung berbicara kepada para perantara itu, atau satu perantara lain, seorang malaikat menyampaikan kepada para nabi; atau melalui inspirasi kepada para penulis kitab suci. Demikian pendapat para pengikut agama-agama rumpun Yahudi.
Benarkah kitab-kitab agama Yahudi, Kristen dan Islam, sepenuhnya merupakan wahyu Tuhan? Bila benar bahwa kitab-kitab ini sepenuhnya wahyu Tuhan, karena Tuhan Maha Tahu dan Maha Sempurna, maka kitab-kitab ini sepenuhnya sempurna bebas dari kesalahan sekecil apapun. Tetapi Studi kritis terhadap kitab-kitab suci agama-agama Abrahamik menemukan berbagai kesalahan, baik mengenai fakta yang diungkapkan, yang kemudian disebut ilmu pengetahun maupun tata bahasa. Berikut adalah beberapa contoh.
Pertama, kesalahan mengenai fakta.
Kitab-suci kitab-suci agama in i, menyatakan bumi in i datar seperti tikar, dan tidak stabil. Supaya bumi tidak goyang atau pergi ke sana kemari, Tuhan memasang tujuh gunung sebagai pasak. Kenyataa nn ya bumi in i bulat seperti bola. Dan sekalipun ada banyak gunung, lebih da ri tujuh, bumi te ta p saja bergoyang, karena gempat.
Kedua, kontradiksi- kontradiksi.
Banyak terdapat kontradiksi – kontradiksi intra maupun anta r kitab suci – kitab suci agama-agama in i. Satu contoh tentang anak Abraham yang dikorbankan sebagai bukti ketaatannya kepada Tuha n (Yahweh atau Allah). Bible mengatakan yang hendak dikorbankan adalah Isak, anak Abraham dengan Sarah, istrinya yang sesama Yahudi. Sedangkan Qur’an mengatakan bukan Isak, tetapi Ismail, anak Ibrahamin dengan H agar, budak Ibrahim yang asal Mesir
Contoh lain. Bible menganggap Jesus sebagai Tuhan (Putra), seangkan Qur’an menganggap Jesus (Isa) hanya sebagai nabi, dan bukan pula nabi terakhir yang menyempurnakan wahyu Tuhan.
Ketiga, kesalahan struktur kalimat atau tata bahasa.
Di dalam kitab-kitab suci in i terdapat doa-doa, kisah-kisah, berita – berita tentang kegiatan Tuhan, mirip seperti berita surat kabar, yang ditulis oleh seseorang (wartawan) atas seseorang yang lain (da ri obyek be r ita, dalam hal in i Tuhan). Lalu ada kalimat yang merujuk Tuhan sebagai “Aku, Kami, Dia, atau nama-namanya
sendiri, seperti Allah, Yahweh , dll ”. Mengapa Tuhan menunjukkan diriNya dengan Dia, kata ganti ketiga? Kata – kata atau kalimat-kalimat pe j oratif seperti Maha Adil, Maha Bijaksana, Maha Mengetahui in i pastilah dibuat ol e h manusia, sebab mustahil rasanya Tuhan memuji-muji dirinya sendiri.
Keempat, ajaran tentang kekerasan dan kebencian.
Di dalam kitab-suci kitab-suci agama-agama langit in i banyak terdapat ajaran-ajaran tentang kebencian terhadap komunitas lain, baik karena kebangsaan maupun keyakinan. Di dalam Perjanjian Lama terdapat kebencian terhadap orang Mesir, Philistin, Canaan dll. Di dalam Perjanjian Baru terdapat ajaran kebencian terhadap orang Yahudi dan Roma. Di dalam Qur’an terdapat ayat – ayat kebencian terhadap orang-orang Yahudi, Kristen dan pemeluk agama – agama lain yang dicap kafir secara sepihak. Pertanyaan atas soal in i , betulkah Tuhan menurunkan wahyu kebencian terhadap sekelompok orang yang memujanya dengan cara berbeda-beda, yang mungkin sama baiknya atau bahkan lebih baik secara spiritual? Bukankah akhirnya ajaran – ajaran kebeneian in i menjadi sumber kekerasan sepanjang massa?
Bagaimana mungkin Tuhan yang Maha Bijaksana, Maha Pengasih dan Penyayang m e nurunkan wahyu kebencian dan kekerasan semacam itu? Di dalam agama Hindu keben c ian dan kekerasan adalah sifat-sifat para raksasa, asura dan daitya (demon, devil, atau syaitan).
Di samping hal-hal tersebut di atas, agama-agama rumpun Yahudi banyak meminjam dogma da ri agama – agama lain, bahkan da ri komunitas yang mereka sebut pen y embah berhala atau kafir. Dogma utama mereka tentang eskatologi seperti ha ri kiamat, kebangkitan tubuh dan pengadilan ter akhir dipinjam oleh agama Yahudi da ri agama Zoroaster Persia, lalu diteruskan kepada agama Kristen dan Islam. Legenda tentang penciptaan Adam dipinjam da ri leganda tentang penciptaan Promotheus dalam agama Yunani kuno . Bagaimana mungkin tuhan agama langit meminjam ajaran da ri agama-agama atau tradisi buatan manusia?
Swami Dayananda Saraswati (1824-1883), pendiri Arya Samaj, sebuah gerakan pembaruan Hindu, dalam bukunya Satyarth Prakash (Cahaya Kebenaran) membahas Al Kitab dan AI-Qur’an masing-masing di dalam bab XI II dan XIV, dan sampai kepada kesimpulan yang negatif mengena i kedua kitab suci in i. Bahwa kedua kitab suci in i mengandung hal-hal yang patut dikutuk karena mengajarkan kekerasan, ketahyulan dan kesalahan. I a meningkatkan penderitaan ras manusia dengan membuat manusia menjadi binatang buas, dan mengganggu kedamaian dunia dengan mempropagandakan perang dan dengan menanam bibit perselisihan. “
Apa yang dilakukan oleh Swami Dayananda Saraswati adalah kounter kritik terhadap agama lain atas penghinaan terhadap Hindu yang dilakukan sejak berabad-abad sebelumnya oleh para teolog dan penyebar agama lainnya.
Kesimpulan.
Tidak ada kriteria yang disepakati bersama di dalam penggolongan agama-agama. Setiap orang membuat kriterianya sendiri secara semena – mena untuk tujuan meninggikan agamanya dan merendahkan agama orang lain. Hal in i sangat kentara di dalam agama-agama missi yang agresif seperti Kristen dan I slam dimana segala sesuatu dimaksudkan sebagai senjata psikologis bagi upaya-upaya konversi dan proselitasi mereka.
Di samping it u tidak ada saksi dan bukti untuk m e mverifikasi dan mem fal sifikasi apakah isi suatu kitab suci betul-betul wahyu da ri Tuhan atau bukan? Yang dapat dikaji secara obyektif adala h isi atau ajara n yang dikandung kitab suci – kitab suci itu apaka h ia sesuai dengan dan mempromosikan nilai – nilai kemanusiaan, seperti cinta kasih, kesetiaan, ketabahan, rajin bekerja, kejujuran, keb a ikan hati atau mengajarkan kebencian dan kekerasan?
Penggolongan agama-agama menjadi agama langit dan agama bumi, jelas menunjukkan sikap arogansi, sikap merendahkan pihak lain, dan bahkan sikap kebencian yang akhirnya menimbulkan kekerasan bagi pihak yang dipandangnya sesat , menjijikan dan tidak bernilai. Di lain pihak peoggolongan in i menimbulkan rasa tersinggung, kemarahan, dan akhir n ya kebencian. Bila kebencian bertemu kebencian, hasi l nya ada l ah kekerasan.
Melihat berbagai cacat dari kitab suci- kitab suci mereka, khususnya ajarannya yang penuh kebencian dan kekerasan, maka isi kitab suci itu tidak datang dari Tuhan, tetapi dari manusia yang belum tercerahkan, apalagi Tuhan- T uhan mereka adalah buatan manusia.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas disarankan agar dikotomi agama langit dan agama bumi ini tidak dipergunakan di dalam ba i k buku pelajaran, wacana keagamaan maupun ilmiah. Dianjurkan agar dipergunakan istilah yang lebih netral, yaitu agama Abrahamik dan agama Timur.
(Ngakan Putu Putra sebagian bahan dari SATS ; “SemuaAgama Tidak Sama” ).

Catatan kaki:
I). Prof . DR. H.M. Rasjidi : “Empat Kuliyah Agama Islam pada Perguruan Tinggi” penerbit Bulan Bintang, Jakarta, cetakan pertama, 1974. hal 10) H.M Rasjidi hal 53
2). Lihat Kare n Amstrong : A History of God
3). Swami Dayananda Saraswati Satyarth Prakash (Light of Truth), hal 648.
4). Ibid hal 720.
Sumber:
Majalah Media Hindu Edisi 35, Januari 2007

Kamis, 20 Oktober 2011

Sahabat bukan mereka yg menghampirimu ketika butuh, namun mereka yg tetap bersamamu ketika seluruh dunia menjauh. dan selalu memberikan semangat kamu untuk berubah menjadi lebih baik lagi.

Sabtu, 28 Mei 2011

My mom


aku mencintaimu Untuk semua yang Anda lakukan. Aku akan menciummu dan memeluk Karena kau 'kau mencintaiku juga. Anda memberi makan saya dan perlu saya Untuk mengajarkan Anda untuk bermain, Jadi karena senyum 'I love you Pada hari ini Ibu. Ibu, aku mencintaimu ...

saat-saat indah Begitu banyak kita telah menghabiskan waktu bersama, tahun indah begitu banyak di semua jenis cuaca, memikirkan ibu u membawa kenangan dalam pikiran, saat-saat indah i harta akan, u gve ini saya tulus thats mengapa ibu saya, saya mencintai u sangat mahal. Selamat Hari Ibu Ibu terkasih ...

Apa hati memberikan diri tidak pernah hilang, tapi disimpan dalam hati orang lain, dari senja hingga fajar. Love you dari inti hati saya. Selamat Hari Ibu ...

Ibu adalah kasih yang tidak berkesudahan, Sebuah cinta yang luar biasa, yang Anda mengambil masalah Anda dapat, dia adalah orang yang benar-benar peduli. Ibu anda semua ini dan lebih, aku mencintaimu sangat banyak ...

Menjadi seorang ibu besar adalah peran yang sangat keras, tapi ibu kau bintang untuk yang satu ini aku tahu, aku mencintaimu Ibu. Selamat Hari Ibu ...

Cinta dia telah mendalam dalam hatinya, selalu memberi saya awal yang melompat yang baik, Dia adalah orang yang cinta adalah benar, Terima kasih Ibu u karena u ...

Tidak ada kata-kata yang mengatakan thanku cukup untuk semua yang anda telah lakukan untuk saya ketika saya sedang tumbuh dewasa. Saya benar-benar menghargai Anda dan mengagumi kasih banyak, walaupun I dont selalu mengekspresikan diri bahwa saya akan selalu intouch, aku rasa itu sebabnya kita memiliki hari ini khusus, sehingga orang seperti saya bisa mengatakan bahwa mereka akan mencintai anda selalu.Selamat Hari Ibu My Mom ... Cute

Terima kasih ibu untuk semua yang Anda lakukan, saya tahu terima kasih jauh untuk beberapa, aku benar-benar mencintaimu aku dont katakan cukup, bagi saya kata-kata yang benar-benar sulit, aku berharap aku bisa mengungkapkan semua yang saya rasakan, tapi bagi saya Anda thats tahu masalah besar, Memiliki hari yang baik saya berpikir dari Anda, saya berharap perasaan saya semakin melalui. Selamat Hari Ibu ...

Ketika Anda merasa kau sendirian di tengah orang banyak, ketika Anda memikirkan tidak ada yang dapat memahami Anda, bila Anda berpikir bahwa cinta Anda ditolak oleh orang lain, dan ketika Anda membenci hidup anda hanya menutup mata Anda dan pikirkan tentang dia yang mencintai Anda benar-benar, peduli untuk Anda dalam kesepian Anda, meninggal ketika Anda menangis, dia ada orang lain tetapi IBU Anda ...

Untuk ibu terbaik yang selalu punya senyum untuk saya, saya tahu kita mungkin berjauhan sekarang Jadi, inilah pelukan besar besar dan ciuman Hari Ibu Happy ...

Anda telah melihat saya tertawa Anda pernah melihat aku menangis dan selalu kau ada di sana dengan saya ... saya mungkin tidak selalu mengatakan itu Tapi terima kasih dan aku mencintaimu Hari Ibu Happy ...

Banyak pelukan Hanya luv pernah marah Pengajaran saya Membantu saya tersenyum Setiap saat aku sedih Budidaya saya untuk menjadi kuat, mantra Ibu. Terima kasih untuk menjadi dirimu ...

Hari Ibu Happy berarti lebih dari bunga dan hadiah ... Ini berarti mengatakan terima kasih. Ini berarti aku mencintaimu ... Anda adalah ibu saya, Hari ini teman saya adalah hari Anda ...